Makro

Ekonom: Self assessment tingkatkan kebocoran pajak

Ekonom: Self assessment tingkatkan kebocoran pajak
ilustrasi/ist

Sindonews.com - Direktur Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menyebut sistem self assessment pajak yang diterapkan malah cenderung meningkatkan kebocoran pajak dan membuat kenaikan penerimaan pajak sedikit tidak normal.

"Self assessment juga bisa membuat kenaikan angka penerimaan secara mendadak seperti penerimaan pada April sebesar Rp83 triliun dari Rp68 triliun atau dari 14 persen terhadap realisasi penerimaan menjadi 25 persen. Ini kan angka yang besar," paparnya ketika dihubungi Sindonews, pada 10 Mei 2013.

"Apalagi laporan pajak (Pph) kita seringnya tiap tiga bulan, makanya kenaikannya agak jomplang," imbuhnya.

Enny mengimbau pemerintah dalam menetapkan self assessment berdasarkan gaji dan biaya hidup setiap masyarakat, agar tidak ada kebocoran pajak yang disebabkan oleh wajib pajak yang berbuat curang dari penghitungan sendiri tersebut.

"Jadi ke mana asas keadilannya dari self assessment tersebut, bahkan kalau korporasi dihitung secara self assessment kemungkinan kongkalikongnya lebih besar secara signifikan. Karena sekarang masyarakat kan gajinya sudah dipotong pajak," jelas dia.

Pihaknya juga mengimbau agar sistem self assessment tersebut menyadur sistem cukai di mana setiap bulan dibayar oleh wajib pajak.

"Itu akan lebih meningkatkan efisiensi pajak dari perusahaan, yang penting PPn dan PPh ini harus lebih disederhanakan," kata Enny.

"Yang pasti Agus Marto pernah berbicara tax ratio bisa mencapai 20 persen tapi realisasi 2013 sepbesar 12 persen. Artinya hampir separuhnya ini bisa terjadi kasus seperti Gayus Tambunan karena self assessment," pungkas dia.

(izz)

views: 2.104x
shadow