Metro

Ahok nilai warga bantaran Waduk Pluit konyol

Ahok nilai warga bantaran Waduk Pluit konyol
Warga Waduk Pluit bertahan dari penggusuran (foto:Rakhmat/Sindonews)

Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai perjuangan warga bantaran Waduk Pluit, yang meminta ganti rugi lahan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, adalah konyol.

Menurutnya, dasar hukum perjuangan warga tidak ada. "Jual beli lahan juga sama. Kalau lahan negara didudukin, bagaimana harus ganti rugi? Darimana dasar UU nya? Jakarta begitu konyol," kata Ahok, di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (8/5/2013).

Ditambahkan dia, pihaknya akan memberikan contoh tentang tata cara penanganan sengketa lahan di Jakarta yang banyak diduduki warga. "Makanya harus contoh Jakarta soal penertiban penguasaan lahan seenaknya itu," tegasnya.

Terkait sengketa lahan antara Pemprov DKI dan sebagian masyarakat di Jakarta, Ahok bersikeras tidak akan mengganti rugi tanah tersebut. Menurutnya, Pemprov DKI hanya menyediakan tempat tinggal pengganti lahan warga itu.

"Kita enggak mau hanya ganti rumah, anda butuh rumah kita kasih. Kita usahakan tinggal sekitar situ, kalau saya ganti semua, orang jual beli sekarang," tambahnya.

Seperti diketahui, dalam penanganan sengketa lahan milik Pemprov DKI, Ahok lebih keras dalam berkomentar. Tidak jarang, serangan warga banyak dialamatkan kepadanya. Terakhir, mantan anggota DPR itu menjadi bulan-bulanan warga bantaran Waduk Pluit.

(san)

views: 1.442x
shadow