Metro

Komnas HAM diminta depak preman dari Waduk Pluit

Rakhmatulloh

Kamis,  2 Mei 2013  −  17:13 WIB
Komnas HAM diminta <i>depak</i> preman dari Waduk Pluit
Warga Waduk Pluit bertahan dari penggusuran (foto:Rakhmat/Sindonews)

Sindonews.com - Warga bantaran Waduk Pluit, mahasiswa dan PBHI mendesak Komnas HAM untuk menarik mundur aparat kepolisian, Satpol PP, dan oknum yang diduga preman dari pemukiman warga.

Keberadaan mereka di tengah pemukiman penduduk, membuat warga merasa terintimidasi dan terancam. Seperti diungkapkan Poltak Agustinus Sinaga (PBHI). Menurutnya, Komnas HAM harus bisa menarik mundur keberadaan aparat keamanan dan oknum preman yang yang melakukan intimidasi warga.

"Keberadaan aparat kepolisian dan oknum preman yang ada disitu itu sangat mengintimidasi para warga. Warga disini merasa terancam. Kita minta Komnas HAM menarik mundur mereka keluar dari pemukiman warga," kata Poltak, di Pluit, Jakarta, Kamis (2/5/2013).

Hal senada diungkapkan Rijal Ilyasa, aktivis mahasiswa yang melakukan pendampingan terhadap warga. Menurutnya, Komnas HAM harus memfasilitasi memediasi antara Pemprov DKI dengan warga.

"Kita juga meminta Komnas HAM untuk secepatnya memanggil Jokowi-Ahok. Terserah untuk tempatnya, kalo bisa yang netral. Kita minta Komnas bisa memediasi," terangya.

Seperti diketahui, ini kali kedua perwakilan warga Waduk Pluit mendatangi Komnas HAM. Dalam pertemuan kedua ini, para perwakilan ditemui Komisioner Komnas HAM, Siane Indriyani, di kantor Komnas HAM.

 

(san)

shadow