Metro

Teroris bom Beji berguru pada kelompok Solo & Poso

Marieska Harya Virdhani

Senin,  25 Maret 2013  −  16:24 WIB
Teroris bom Beji berguru pada kelompok Solo & Poso
Ilustrasi. (Sindophoto)

Sindonews.com - Para terdakwa jaringan teroris bom Beji, Depok satu persatu mulai duduk di kursi pesakitan. Hari ini dua terdakwa teroris yakni Yusuf Rizaldi alias Abu Toto dan Agus Abdillah menjadi terdakwa pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Depok.
 
Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iwan Setiawan mengatakan, peran mereka berdua yakni sebagai anggota kelompok saja. Sementara ketua kelompok jaringan tersebut yakni Anwar pelaku yang tewas saat bom meledak dan Sofyan.
 
"Mereka hanya anggota kelompok yang mau niat bom bunuh diri. Saling berkaitan. Abu Toto ajarkan cara membuat bom, ketua kelompok yakni Anwar dan Sofyan," jelasnya di PN Depok, Senin (25/03/2013).
 
Ia menambahkan, jaringan teroris tersebut belajar membuat bom dari kelompok Solo yang dipimpin Badri Cs. Mereka juga belajar dengan kelompok Poso yang mempunyai tujuan yang sama.

"Disana (Poso dan Solo) ada yang pintar bikin bom. Anwar masih belajar. Solo sama Poso ada kaitannya. Beberapa kelompok," ujarnya.
 
Sementara itu, Iwan menegaskan, keduanya dijerat UU Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. 
 
"Yang memberatkan karena permufakatan, ayo sama-sama ngebom. Peran bom pengantin yakni Toriq dan Agus," ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Prim Haryadi menegaskan bahwa sidang akan kembali digelar pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Pihak pengacara tidak mengajukan eksepsi untuk kedua terdakwa.
 
"Pengacara tidak akan mengajukan eksepsi. Langsung masuk pada pemeriksaan saksi-saksi yang ada diberkas. JPU belum siap dengan saksinya karena itu ditunda pekan depan," ungkapnya.

JPU berjanji, akan menghadirkan barang bukti bahan-bahan peledak pekan depan. Saat ini bahan-bahan tersebut masih disimpan di Markas Tim Densus Anti Teror 88 Mabes Polri.

 

(stb)

shadow