Hot Topic Mana Cocok, ERP atau Ganjil-genap?

Pilgub DKI 2012

Jokowi diminta jangan utamakan partai

Rico Afrido

Sabtu,  22 September 2012  −  14:54 WIB
Jokowi diminta jangan utamakan partai
Joko Widodo (Jokowi) dan istri. (photo/Sindonews)

Sindonews.com - Sebagai partai pendukung pasangan calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), akan di-blacklist oleh warga Jakarta. Jika pada kepemimpinannya nanti Jokowi-Ahok hanya mementingkan dua partai tersebut, dari pada kepentingan masyarakat.

"Jika pasangan Jokowi-Ahok terbukti lebih mementingkan partai Politik, dibandingkan untuk kepentingan rakyat, warga DKI Jakarta pasti menghukum partai politik tersebut," kata Ketua Balitbang DPP Partai Golkar Indra J. Piliang di Warung Daun, Jalan Cikini Raya No.26, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2012).

Dan jika warga tak simpati lagi terhadap kedua parpol tersebut, imbasnya di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang dan seterusnya.

Sebelumnya, menurut Pengamat Politik Iberamsjah, setelah pengumuman resmi dari KPU DKI Jakarta nanti, Jokowi dan Ahok segera bekerja dengan baik untuk rakyat Jakarta. Dengan tanpa mengabaikan kedua kendaraan politik itu, Jokowi maupun Ahok jangan merasa memiliki hutang yang harus segara dibayar.

"PDIP dan Gerindra merupakan partai pendukung, Jokowi tetap pilihan rakyat Jakarta," ujarnya.

Sekedar diketahui, menurut hasil litbang SINDO, pasangan Jokowi-Ahok memperoleh suara 53,68 persen di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2012 ini. Sedangkan pasangan Foke-Nara hanya memperoleh 46,32 persen.

 

(mhd)

shadow