
Ronald Steven
Sindonews.com - Dalam penelitian yang dilakukan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI), pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama telah menguasai pemberitaan di seluruh hampir media massa selama hampir tiga bulan terakhir pelaksaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Hasil tersebut didapatkan dari survei yang telah dilakukan AJI terhadap 16 media massa yang terbagi dalam media cetak maupun elektronik.
“Menjelang Pilkada putaran kedua, pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi lebih unggul dalam berita foto, berita bernada positif sekaligus bernada negatif. Namun jika seluruh periode penelitian digabungkan, Jokowi masih unggul tipis dalam perolehan berita foto dan peliputan kandidat secara tunggal," kata konsultan peneliti AJI Ignatius Haryanto dalam diskusi “Independensi Media Dalam Peliputan Pemilukada DKI Jakarta 2012“ di Jakarta, Minggu (16/9/2012).
Ignatius menjelaskan, dalam semua isi pemberitaan mengenai pemilukada, ternyata isu SARA mengisi posisi jawara yang menghiasi media massa. Bahkan, media online diketahui sebagai penyumbang terbesar mengenai isu tersebut.
“Isu SARA menjadi topik hangat yang mendominais pemberitaan media, terutama media online. Itu dikarenakan isu itu sekarang sudah terlihat menjadi komoditas politik,“ jelasnya.
Selain itu, Ignatius juga menemukan masih banyaknya media yang belum banyak melakukan konfirmasi ketika menemukan berita kontroversial. Dalam hal keberimbangan berita, lanjut Ignatius, ada keseimbangan kenaikkan antara berita yang berimbang dan tidak berimbang.
“Hal ini disebabkan oleh kontroversi yang makin tajam di periode ini, namun media terbelah antara mereka yang secara profesional dan etis melakukan konfirmasi dan mereka yang tidak melakukan konfirmasi,“ tukasnya.
Ignatius pun menambahkan, sudah waktunya tidak terlalu mengumbar kembali isu SARA. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga netralitas Pemilu 2014 mendatang.
“Pilkada DKI Jakarta akan menjadi cerminan pemilu 2014. Sekarang media patut berhati hati dalam memberitakannya dan juga memperhatikan bagaimana mendudukan isu SARA secara bijak dalam pemberitaaan,“ tegasnya.
(ysw)