Hot Topic Mana Cocok, ERP atau Ganjil-genap?

Pilgub DKI 2012

Faisal: Orang pilih Jokowi bukan partainya

Rico Afrido

Kamis,  19 Juli 2012  −  17:24 WIB
Faisal: Orang pilih Jokowi bukan partainya
Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Peran partai politik sebagai mesin pendulang suara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 terbantahkan. Partai hanya menjadi kendaraan, modal utama tetap kepribadian sang kandidat. Seperti terlihat pada kasus Joko Widodo (Jokowi) misalnya.

Calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen Faisal Basri mengatakan, kemenangan pasangan Jokowi-Basuki T Purnama (Ahok) dalam putaran pertama Pilgub DKI bukan karena partai yang ada di belakangnya. Tetapi karena sosok Jokowi yang memiliki segudang prestasi yang bisa dibanggakan.

"Ada kemungkinan kemenangan Jokowi memberikan energi bagi PDIP. Orang percaya partai karena Jokowi, bukan memilih PDIP- Gerindra tapi karena Jokowi-Ahoknya," ujar Faisal dalam diskusi dialektika demokrasi di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Seperti diketahui, warga Jakarta dibuat gempar oleh hasil penghitungan cepat yang mengeluarkan pasangan Jokowi-Ahok menang telak atas incumbent Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara). Jokowi yang dalam survei pertama selalu mendapat dukungan rendah, justru berada di puncak. Sebaliknya, Foke yang diprediksi unggul terpuruk.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat LP3ES dan MNC Riset Foke-Nara berhasil memperoleh suara 34,58 persen, Hendardji Supandji-A Riza sebanyak 1,73 persen, dan pasangan Jokowi-Ahok sebesar 42,69 persen.

Sedangkan pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik Rachbini mendapat perolehan suara 11,57 persen, Faisal Basri-Biem Benjamin mendapat 4,89 persen, dan Alex Noerdin-Nono Sampono sebanyak 4,55 persen.

 

(san)

shadow