
Radi Saputro
Sindonews.com - Incumbent Fauzi Bowo (Foke) diduga mendesain pemenangan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012. Namun sayang, desain itu dipatahkan oleh hasil penghitungan cepat yang mengeluarkan nama Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemenang.
Pernyataan itu diungkapkan Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Abdullah Dahlan. Menurutnya, konsolidasi untuk memenangkan Pilgub DKI sudah dilakukan sejak lama oleh partai politik pengusung Foke. Desain itu bisa dilihat dari kampanye Foke.
"Berdasarkan catatan, anggaran iklan Pemda DKI Jakarta tahun 2011 naik Rp7,5 miliar menjadi Rp28 miliar. Iklan layanan masyarakat itu kemudian dimunculkan di saat fase pemilihan. Misalnya iklan rencana pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta yang akhir-akhir ini muncul," ujar Abdullah di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (11/7/2012).
Dia melanjutkan, membengkaknya catatan dana hibah dan bantuan sosial (Bansos) di DKI Jakarta pada tahun 2012 dari yang sebelumnya Rp800 miliar menjadi Rp1,3 triliun merupakan desain pemenangan Foke yang tampak oleh masyarakat.
"Beberapa temuan lain yang ditemukan ICW selain praktik transaksional secara langsung, ada juga modul politik uang melalui asuransi. Kandidat membuat kamuflase dan memiliki sejumlah relawan yang dimobilisasi dan dibayar. Padahal, mereka tak tahu tugas sebagai relawan," terangnya.
Selain itu, ada juga konsolidasi birokrasi untuk memenangkan kandidat incumbent. Ini menandakan bahwa lagi-lagi sulit mengharapkan netralitas jajaran dari birokrasi. "Hal ini juga terjadi karena pengawasan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tidak maksimal dan tidak mampu dalam penindakan yang tegas," pungkasnya.
(san)