alexa snippet

Polda Minta Elemen Buruh Tak Gelar Demo 212

Polda Minta Elemen Buruh Tak Gelar Demo 212
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan meminta agar elemen buruh tak menggelar aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016 mendatang.Foto/SINDOnews/Ari Sandita Murti
A+ A-
JAKARTA - Polda Metro Jaya mengimbau agar elemen buruh tak menggelar aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016 mendatang. Perwakilan kepolisian telah menemui sejumlah elemen buruh agar mengurungkan niat untuk menggelar aksi unjuk rasa.

"Kami sudah bertemu dengan teman-teman buruh menyampaikan untuk menunda rencana demonya. Kami minta hari biasa saja agar pengamanan dan pelayanan pada Aksi Bela Islam III bisa terfokus," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan usai rapat bersama Pangdam dan Kapolri di Polda Metro Jaya, Rabu, 30 November 2016 malam tadi.

Iriawan menerangkan, Presiden KSPI Said Iqbal tengah berkoordinasi dengan jajaran buruh menentukan sikapnya apakah tetap menggelar aksi demo atau mengundurnya di lain hari. Alasan polisi meminta buruh menunda demonya itu karena tuntutan buruh pun berbeda dengan Aksi Bela Islam III.

"Kan lain ya, kalau buruh kan tentang PP 78, kalau ini Aksi Bela Islam III doa bersama. Semoga rekan buruh mau menunda," tuturnya. Terkait kesiapan kepolisian untuk aksi 2 Desember 2016 besok, Iriawan menuturkan,  jumlah massa yang bakal menggelar Aksi Bela Islam III itu belum bisa dipastikan.

Namun, massa dipastikan akan duduk berzikir, tausiah, dan salat Jumat berjamaah.  Iriawan yakin, jika usai salat Jumat, massa akan membubarkan diri dari Monas.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana meminta, massa tidak memaksakan kehendak saat menggelar aksi unjuk rasa. TNI pun dipastikan membantu kepolisian mengawal jalannya Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 mendatang.

Teddy menambahkan, dalam mengamankan Aksi Bela Islam III nanti, polisi sudah mendirikan pos-pos kesehatan dan sebanyak 30 unit mobil ambulans. Dia pun meminta pada massa untuk tidak membawa atribut berupa tiang bendera saat zikir dan doa bersama itu digelar.

"Kalau mau doa buat apa bawa bambu dan bendera. Jangan bawa (bambu), mereka sudah janji tak bawa bambu, kami juga tak ada sweeping (pembawaan atribut)," katanya.



(whb)
dibaca 3.754x
loading gif
Top