alexa snippet

Pemkab Tangerang Ubah Kawasan Legok Menjadi Pusat Olahraga

Pemkab Tangerang Ubah Kawasan Legok Menjadi Pusat Olahraga
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar telah merencanakan menjadikan Kawasan Legok sebagai pusat olahraga.Foto?SINDOphoto/Yorri Farli
A+ A-
TANGERANG - Pemkab Tangerang tengah membangun kawasan pusat olahraga di Kawasan Legok yang masuk wilayah Kecamatan Kelapa Dua dan Curug. Di lokasi seluas 20 hektare ini akan dibangun stadion sepak bola untuk markas tim Persita Tangerang.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, Pemkab akan mengubah rupa kawasan Legok yang berada di Kecamatan Kelapa Dua dan Curug. Di lokasi ini akan dibangun gedung sport center serta stadion sepak bola dengan kapasitas 30.000 penonton untuk tim Persita Tangerang.

Selain itu, Pemkab tengah mengajukan perubahan pengelolaan Jalan Raya Legok dari Provinsi Banten ke Pemkab Tangerang.“Imej-nya akan berubah, apalagi berdekatan dengan Indonesia Convention Exhibition di BSD, Summarecon Mall Serpong, AEON BSD dan hotel berbintang. Ini akan melengkapi gedung pertemuan, perniagaan, perkantoran yang sudah ada. Nah, nanti ini menjadi gedung olahraganya,” kata Zaki kepada KORAN SINDO di ruang kerjanya, Selasa, 29 November 2016 kemarin.

Zaki menuturkan, kawasan pusat olahraga ini akan terdapat GOR, gymnasium, athletic track, lapangan basket, softball, tenis, jogging track, sepatu roda serta tenis indoor.“Satu kawasan itu dibangun dengan nilai Rp1 triliun dengan anggaran multiyears. Kalau ditempat lain kan Rp900 miliar hanya stadion saja, di sini nanti lengkap,” ujar Bupati.

Mendengar kata Legok di Kabupaten Tangerang, menurut Zaki,  selama ini terkesan kurang baik karena yang terbayang adalah debu, kemacetan, mobil truk dan jalan rusak. “Kita akan ubah itu. Setelah Jalan Raya Legok sudah tidak lagi dikelola oleh Provinsi Banten, kita akan melarang truk masuk ke jalan itu. Saat ini kita sudah minta untuk dikelola oleh kami,” ujarnya.

Menurut Zaki, bangunan sport center itu saat ini tengah dibangun, awalnya akan digunakan untuk pagelaran Asian Games 2018. Namun, pihaknya menolak karena waktunya sudah mepet.

“Karena nantinya standarnya internasional Kemenpora ingin kami menjadi tuan rumah di sport center itu. Tetapi kami tidak mau karena sudah mepet waktunya,” terangnya.

Selain  itu, kata Zaki, ada kekhawatiran tercampurnya APBN dengan APBD. “Sebab ini kami bangun murni dengan APBD,” ujarnya. Segalanya, kata pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPR itu, akan lengkap di sport center tersebut. Dari mulai pujasera, sampai dengan  lokasi hangout untuk pertemuan serta bisa dijadikan lokasi olahraga untuk rakyat.

“Mau aktivitas apa saja ada di situ. Beberapa venue sudah mencapai 50-65%,” jelasnya. Untuk masyarakat sekitar pun, kata Zaki sudah tepat berada di sana. Apalagi, kata dia, ada SMK Tata Boga dan Pariwisata.

Hal itu sesuai dengan perkembangan yang akan terjadi di wilayah itu. “Karena akan ada hotel dan wisma atlet juga. Jadi akan ada Ragunan kecil lah di sana, jadi stok atlet sudah ada,” terangnya.

dibaca 5.354x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top