alexa snippet

Atasi Masalah Rusunawa, Anies Janjikan Pengawasan Langsung

Atasi Masalah Rusunawa, Anies Janjikan Pengawasan Langsung
Calon Gubernur nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan saat berdialog dengan warga rusun di Cengkareng, Jakarta Barat. Foto/Yan Yusuf/KORAN SINDO
A+ A-
JAKARTA - Penanganan masalah rusunawa di DKI Jakarta belum tersampaikan secara langsung. Selain banyak dipenuhi oleh sistem air bersih yang tak terkontrol dengan baik, pemindahan warga relokasi ke rusunawa tak mampu mensejahterahkan penghuninya.

Untuk itu, dibutuhkan pengawasan ekstra untuk menyikapi masalah ini. Dengan memberikan langsung kepada warga rusunawa, permasalahan dirusunawa akan diselesaikan secara bertahap.

Calon Gubernur nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan menyadari akan hal itu. Berbagai program telah ia siapkan untuk mengatasi masalah di rusun. Salah satunya menanggung jawabkan setiap permasalahan terhadap satu orang.

Cara ini dianggap cukup jitu mengingat selama masyarakat binggung bila mengeluhkan permasalahan. Birokrasi yang cukup berkelit, membuat penanganan menjadi lama. Sehingga masalah tak terselesaikan mudah.

"Kami akan pasang nomor penangung jawab, dan memperkenalkannya ke warga. Sehingga warga akan menyampaikan langsung masalah itu ke penanggung jawab. Dengan begitu, secara tak langsung, warga rusun akan menjadi pengawas," tutur Anies menjawab masalah air bersih di lokasi Rusunawa Flamboyan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin 28 November 2016.

Masalah air bersih di rusunawa memang masalah yang rumit. Bertahun tahun penghuni tak mendapatkan air bersih. Mereka kerap mengeluhkan hal ini, namun hingga saat solusi tak kunjung datang.

Seperti di Rusunawa Flamboyan, air yang keluar hanya sedikit, tak jarang warga pun akhirnya memilih membeli air bersih dari luar, setiap harinya untuk membeli air bersih warga harus membayar sedikitnya Rp10-15 ribu untuk kebutuhan mandi.

Lain halnya dengan warga di Rusunawa Pesakih, Kalideres, Jakarta Barat. Meski sudah memiliki penyulingan air bersih, namun tanpa pengawasan. Sesekali air yang dikeluarkan menjadi kotor, berwarna coklat dan berbau. Masalah seperti ini kerap keluar saat hari libur, disaat pekerja tidak menjaga.

"Mungkin mereka lagi libur. Karena kala Sabtu Minggu tidak ada pengawasnya," tutur Yanti (36), salah seorang penghuni Rusunawa Pesakih.

Di sisi lain, warga rusunawa juga mengeluhkan dengan kondisi sulitnya mencari pekerjaan. Keterbatasan umur dalam mencari pekerjaan membuat mereka kalah dengan tenaga yang lebih muda.

dibaca 3.481x
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top