alexa snippet

Keroyok Remaja, Murid Aliran Ilmu Kebal Dibekuk Polisi

Keroyok Remaja, Murid Aliran Ilmu Kebal Dibekuk Polisi
Ilustrasi. (Dok. Sindonews)
A+ A-
JAKARTA - Polisi membekuk dua mantan murid aliran ilmu kebal Mahesa Kurung di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kedua orang itu dibekuk lantaran membuat dua warga Kebagusan, Pasar Minggu, RR (22), dan Sulaiman (25), mengalami luka bacok senjata tajam.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Sri Bhayakari mengatakan, peristiwa berawal saat kedua korban itu tengah melintas di Jalan Jagakarsa Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tapi sepeda motor yang dikendarainya itu mogok. Keduanya pun membetulkan motor itu di pinggiran jalan, tiba-tiba gerombolan remaja melintas dan mengejek korban.

"Korban diejek, 'hari gini motornya mogok, cape deh'. Korban tak terima dan teriak, 'mengapa loe ngomong-ngomong begitu'. Saat itulah, lima orang remaja berhenti dan mendekati korban," kata Sri di Jakarta, Senin (19/9/2016).

Menurutnya, saat berhadapan dengan dua korban, kelima remaja, yakni BM (14), FH (15), SAP (18), AP (17), dan INL langsung mengeroyok korban. Karena kalah jumlah, korban pun melarikan diri dalam kondisi terluka parah. RR mengalami luka di bagian hidungnya hingga hampir putus, mata kanannya, bahu, pundak, dan sikut tangannya.

Sedang Sulaiman mengalami luka di bagian kepala dan dahinya. Kedua korban itu mengalami luka setelah dianiaya menggunakan benda tajam. Sebab, saat itu kelima remaja itu membawa klewang, clurit, corbek, dan golok sisir.

"Dua remaja kami amankan di kediamannya, Kebagusan, Pasar Minggu, Jaksel, yakni BM dan FH. Sedang SAP diamankan Polsek Pasar Minggu karena kedapatan membawa sajam saat ada patroli, begitu pula AP diamankan Polsek Beji, Depok. Satu lagi, INL masih kami cari hingga kini," katanya.

Mantan Kasubag Humas Polres Jakarta Timur ini mengungkapkan, kelima remaja itu adalah teman satu tongkrongan. Mereka pun biasa nongkrong di kawasan Mangga Besar, Pasar Minggu, Jaksel. Saat diperiksa lebih lanjut, kedua remaja tanggung itu pun mengakui pernah belajar ilmu kanuragan dan kebatinan di perguruan Mahesa Kurung.

"BM tiga hari belajar di Mahesa Kurung, sedang FH sudah enam harian. Mereka mengaku dikasih amalan zikir dan ilmu kanuragan pula. Tapi mereka berdua mengaku belum pernah menjajal ilmunya itu. Mereka pun mengaku hanya ikut-ikutan saja masuk ke Mahesa Kurung," tutur Sri.

Sri membeberkan, saat ditangkap, kedua remaja tanggung itu menangis sesenggukan meminta dilepaskan. Apalagi, saat kedua orangtuanya mengetahui kalau keduanya melakukan aksi kekerasan di jalanan.

Polisi pun tak bisa menyimpulkan jika remaja tanggung itu termasuk geng motor. Sebab, saat beraksi mereka tak mengatasnamakan geng motor tertentu. Mereka hanya kelompok remaja yang bergerombol saja. Keduanya pun dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.
halaman ke-1 dari 2
views: 5.885
loading gif
Top